Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Biner, Oktal, dan Heksadesimal

Operasi penjumlahan dan pengurangan tidak hanya dilakukan pada bilangan desimal. Dalam ilmu komputer dan sistem digital, kita juga sering menggunakan bilangan biner, oktal, dan heksadesimal.

1. Penjumlahan Bilangan Biner

Contoh 1: 1101₂ + 0011₂

Kita hitung dari kanan ke kiri.

      1 1 1
      ↓ ↓ ↓
      1101
    + 0011
    ------
     10000

Langkahnya:

Kolom 1:
1 + 1 = 10₂
Tulis 0, simpan 1.

Kolom 2:
0 + 1 + 1 = 10₂
Tulis 0, simpan 1.

Kolom 3:
1 + 0 + 1 = 10₂
Tulis 0, simpan 1.

Kolom 4:
1 + 0 + 1 = 10₂
Tulis 0, simpan 1.

Sisa carry = 1

Hasil:

  1101
+ 0011
------
 10000

Jadi:

1101₂ + 0011₂ = 10000₂


Contoh 2: 1110₂ + 1011₂

      1 1 1
      ↓ ↓ ↓
      1110
    + 1011
    ------
     11001

Per kolom:

0 + 1 = 1

1 + 1 = 10₂
Tulis 0, carry 1.

1 + 0 + 1 = 10₂
Tulis 0, carry 1.

1 + 1 + 1 = 11₂
Tulis 1, carry 1.

Sisa carry = 1

Hasil:

  1110
+ 1011
------
 11001

1110₂ + 1011₂ = 11001₂


Contoh 3: 0101₂ + 0111₂

  0101
+ 0111
------
  1100

Langkah:

1 + 1 = 10₂
Tulis 0, carry 1.

0 + 1 + 1 = 10₂
Tulis 0, carry 1.

1 + 1 + 1 = 11₂
Tulis 1, carry 1.

0 + 0 + 1 = 1

Hasil:

0101₂ + 0111₂ = 1100₂


2. Penjumlahan Bilangan Oktal

Pada bilangan oktal, basis yang digunakan adalah 8.

Artinya:

0 1 2 3 4 5 6 7

Jika hasil penjumlahan mencapai 8 atau lebih, kita melakukan carry.

Contoh 1: 267₈ + 65₈

Samakan jumlah digit:

  267
+ 065
-----

Mulai dari kanan:

7 + 5 = 12 desimal

Karena menggunakan basis 8:

12 desimal = 14₈

Tulis 4, carry 1.

Kemudian:

6 + 6 + 1 = 13 desimal
13 desimal = 15₈

Tulis 5, carry 1.

Kemudian:

2 + 0 + 1 = 3

Sehingga:

  267
+ 065
-----
  354

267₈ + 65₈ = 354₈


Contoh 2: 11₈ + 70₈

  11
+ 70
----

Kolom kanan:

1 + 0 = 1

Kolom kiri:

1 + 7 = 8

Karena basisnya 8:

8₁₀ = 10₈

Jadi:

  11
+ 70
----
 101

11₈ + 70₈ = 101₈


3. Penjumlahan Bilangan Heksadesimal

Bilangan heksadesimal menggunakan basis 16.

Desimal       Heksadesimal

0             0
1             1
2             2
...
9             9
10            A
11            B
12            C
13            D
14            E
15            F

Contoh 1: 1F₁₆ + AA₁₆

  1F
+ AA
----

Mulai dari kanan:

F + A

Nilai:

F = 15
A = 10

15 + 10 = 25

25 desimal jika ditulis dalam heksadesimal:

25₁₀ = 19₁₆

Tulis 9, carry 1.

Kemudian:

1 + A + 1
= 1 + 10 + 1
= 12

12 dalam heksadesimal adalah C.

Maka:

  1F
+ AA
----
  C9

1F₁₆ + AA₁₆ = C9₁₆


Contoh 2: 2E₁₆ + AF₁₆

  2E
+ AF
----

Kolom kanan:

E + F

E = 14
F = 15

14 + 15 = 29

29 desimal:

29₁₀ = 1D₁₆

Tulis D, carry 1.

Kolom berikutnya:

2 + A + 1
= 2 + 10 + 1
= 13

13 = D

Maka:

  2E
+ AF
----
  DD

2E₁₆ + AF₁₆ = DD₁₆


4. Pengurangan Bilangan Biner

Pada pengurangan biner terdapat konsep meminjam atau borrow.

Ingat:

0 - 0 = 0
1 - 0 = 1
1 - 1 = 0

Jika:

0 - 1

tidak bisa dilakukan secara langsung.

Kita harus meminjam 1 dari sebelah kiri.

Dalam biner, angka 1 yang dipinjam bernilai:

10₂

atau sama dengan 2 desimal.


Contoh 1: 11010₂ – 01001₂

  11010
- 01001
-------

Dari kanan:

0 - 1

Tidak bisa, maka meminjam.

Hasil akhirnya:

  11010
- 01001
-------
  10001

Jadi:

11010₂ – 01001₂ = 10001₂

Pengecekan:

11010₂ = 26₁₀
01001₂ = 9₁₀

26 - 9 = 17

17₁₀ = 10001₂

Contoh 2: 10101₂ – 00111₂

  10101
- 00111
-------

Karena beberapa kolom membutuhkan borrow, lakukan pengurangan dari kanan ke kiri.

Hasil:

  10101
- 00111
-------
  01110

Jadi:

10101₂ – 00111₂ = 01110₂

Pengecekan:

10101₂ = 21₁₀
00111₂ = 7₁₀

21 - 7 = 14

14₁₀ = 01110₂

5. Pengurangan Bilangan Oktal

Pada bilangan oktal, jika harus meminjam, kita meminjam 1 yang nilainya 8.

Contoh 1: 57₈ – 23₈

  57
- 23
----

Kolom kanan:

7 - 3 = 4

Kolom kiri:

5 - 2 = 3

Maka:

  57
- 23
----
  34

57₈ – 23₈ = 34₈


Contoh 2: 72₈ – 35₈

  72
- 35
----

Kolom kanan:

2 - 5

Tidak bisa.

Maka kita meminjam 1 dari angka 7.

Karena basis oktal:

1 yang dipinjam = 8

Sehingga:

2 + 8 = 10

Kemudian:

10 - 5 = 5

Angka 7 tadi berkurang menjadi:

7 - 1 = 6

Kemudian:

6 - 3 = 3

Hasil:

  72
- 35
----
  35

72₈ – 35₈ = 35₈


6. Pengurangan Bilangan Heksadesimal

Pada heksadesimal, ketika melakukan borrow, kita meminjam 1 yang nilainya 16.

Contoh 1: 3F₁₆ – 12₁₆

  3F
- 12
----

Kolom kanan:

F - 2

Karena:

F = 15

Maka:

15 - 2 = 13

13 dalam heksadesimal adalah:

D

Kolom berikutnya:

3 - 1 = 2

Hasil:

  3F
- 12
----
  2D

3F₁₆ – 12₁₆ = 2D₁₆


Contoh 2: A5₁₆ – 38₁₆

  A5
- 38
----

Kolom kanan:

5 - 8

Tidak bisa.

Maka kita meminjam 1 dari A.

Karena heksadesimal menggunakan basis 16:

5 + 16 = 21

Angka A berkurang:

A menjadi 9

Kemudian:

21 - 8 = 13

13 dalam heksadesimal adalah D.

Kolom berikutnya:

9 - 3 = 6

Hasil:

  A5
- 38
----
  6D

A5₁₆ – 38₁₆ = 6D₁₆


Ringkasan Konsep Penting

SistemBasisAngka yang digunakanNilai saat borrow
Biner20–12
Oktal80–78
Desimal100–910
Heksadesimal160–9, A–F16

Kunci Mudah Mengingat

Penjumlahan

Jika hasil mencapai basis, lakukan carry.

Contoh biner:

1 + 1 = 10₂

Contoh oktal:

7 + 1 = 10₈

Contoh heksadesimal:

F + 1 = 10₁₆

Pengurangan

Jika angka atas lebih kecil, lakukan borrow.

Contoh biner:

0 - 1

Pinjam 1 sehingga:

10₂ - 1 = 1

Contoh oktal:

2 - 5

Pinjam 1:

12₈ - 5 = 5

Contoh heksadesimal:

5 - 8

Pinjam 1:

15₁₆ - 8 = D₁₆

Jawaban Akhir

Penjumlahan

1101₂ + 0011₂ = 10000₂

1110₂ + 1011₂ = 11001₂

0101₂ + 0111₂ = 1100₂

267₈ + 65₈ = 354₈

11₈ + 70₈ = 101₈

1F₁₆ + AA₁₆ = C9₁₆

2E₁₆ + AF₁₆ = DD₁₆

Pengurangan

11010₂ - 01001₂ = 10001₂

10101₂ - 00111₂ = 01110₂

57₈ - 23₈ = 34₈

72₈ - 35₈ = 35₈

3F₁₆ - 12₁₆ = 2D₁₆

A5₁₆ - 38₁₆ = 6D₁₆

Intinya: jangan menghafal hasilnya saja. Pahami bahwa carry dan borrow selalu mengikuti basis bilangan yang sedang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *