1. Pengertian Workflow Analisis
Workflow analisis adalah alur kerja yang digunakan untuk menganalisis proses bisnis, kebutuhan sistem, data, serta hubungan antar bagian dalam sebuah sistem enterprise agar sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pada sistem enterprise, workflow analisis sangat penting karena sistem biasanya melibatkan:
- Banyak divisi
- Banyak pengguna
- Data besar
- Integrasi antar sistem
- Proses bisnis kompleks
Contoh sistem enterprise:
- ERP (Enterprise Resource Planning)
- Sistem Akademik Kampus
- Sistem Rumah Sakit
- Sistem Keuangan Perusahaan
- Sistem Supply Chain
- Sistem HRD
Tujuan Workflow Analisis
Tujuan workflow analisis:
✅ Memahami proses bisnis perusahaan
✅ Mengetahui kebutuhan pengguna
✅ Mengidentifikasi masalah sistem lama
✅ Menentukan solusi terbaik
✅ Mengurangi kesalahan pengembangan
✅ Mempermudah dokumentasi sistem
3. Tahapan Workflow Analisis Sistem Enterprise
A. Identifikasi Masalah
Tahap pertama adalah mencari masalah pada sistem berjalan.
Aktivitas:
- Observasi
- Wawancara
- Kuesioner
- Studi dokumen
Contoh Masalah:
- Data tidak terintegrasi
- Proses lambat
- Banyak input manual
- Data ganda
- Laporan terlambat
Contoh:
Bagian gudang dan penjualan memakai sistem berbeda sehingga stok sering tidak sinkron.
B. Analisis Kebutuhan
Tahap untuk menentukan kebutuhan sistem.
Jenis Kebutuhan
1. Functional Requirement
Fitur utama sistem.
Contoh:
- Login
- Input data
- Cetak laporan
- Approval transaksi
2. Non Functional Requirement
Kebutuhan pendukung sistem.
Contoh:
- Keamanan
- Kecepatan akses
- Backup data
- Multi user
C. Analisis Proses Bisnis
Tahap memahami alur kerja perusahaan.
Tujuan:
- Mengetahui proses berjalan
- Menemukan bottleneck
- Menentukan otomatisasi
Tools:
- Flowchart
- BPMN
- Activity Diagram
4. Contoh Workflow Sistem Enterprise
Workflow Sistem Penjualan Enterprise

Penjelasan Detail Workflow Sistem Penjualan Enterprise
Gambar tersebut menunjukkan alur kerja (workflow) pada sistem penjualan enterprise yang digunakan perusahaan untuk mengelola proses penjualan secara terstruktur, terintegrasi, dan terdokumentasi.
Workflow ini menggambarkan bagaimana data dan proses berpindah dari customer hingga menjadi laporan keuangan perusahaan.
Gambaran Umum Workflow
Sistem ini melibatkan beberapa divisi:
- Customer
- Sales
- Gudang
- Manager
- Pengiriman
- Finance
- Accounting
1. Customer Order
Fungsi
Tahap awal ketika customer melakukan pemesanan produk.
Aktivitas
Customer:
- Memilih produk
- Menentukan jumlah barang
- Mengirim permintaan pembelian
Tujuan
Mengumpulkan data pesanan pelanggan.
Input
- Nama customer
- Produk
- Jumlah
- Alamat
- Kontak
Output
Data order masuk ke bagian sales.
2. Sales Input Order
Fungsi
Bagian sales memasukkan data pesanan ke sistem.
Aktivitas pada gambar:
- Input data order
- Pilih produk
- Tentukan qty
- Cek harga
Penjelasan
Sales bertugas memastikan:
- Produk tersedia
- Harga sesuai
- Diskon valid
- Data customer benar
Tujuan
Mencatat transaksi secara resmi di sistem enterprise.
Output
Data order tersimpan di database.
3. Cek Stok Gudang
Fungsi
Sistem melakukan pengecekan stok barang di gudang.
Aktivitas pada gambar:
- Sistem cek stok
- Validasi ketersediaan barang
Penjelasan
Bagian gudang atau sistem inventory akan:
- Mengecek stok realtime
- Memastikan jumlah barang cukup
- Memvalidasi lokasi barang
Kemungkinan Kondisi
A. Stok Cukup
Jika stok tersedia:
Cek Stok
↓
Stok Cukup
↓
Approval Manager
Proses dilanjutkan ke manager.
B. Stok Tidak Cukup
Jika stok habis:
Stok Tidak Cukup
↓
Notifikasi ke Sales
↓
Alternatif Produk / Indent
Solusi:
- Menawarkan produk lain
- Menunggu restock
- Sistem indent/pre-order
Tujuan
Menghindari penjualan barang kosong.
4. Approval Manager
Fungsi
Manager melakukan validasi transaksi.
Aktivitas pada gambar:
- Cek order
- Cek harga
- Cek diskon
- Approve / Reject
Penjelasan
Manager memeriksa:
- Harga jual
- Margin keuntungan
- Diskon khusus
- Risiko transaksi
Kemungkinan Kondisi
A. Approve
Jika disetujui:
Approve
↓
Proses Pengiriman
Order diproses ke gudang/pengiriman.
B. Reject
Jika ditolak:
Reject
↓
Order Ditolak
↓
Perbaikan / Revisi
Sales harus memperbaiki data order.
Tujuan
Kontrol kualitas transaksi perusahaan.
5. Proses Pengiriman
Fungsi
Bagian gudang menyiapkan barang untuk dikirim.
Aktivitas pada gambar:
- Picking barang
- Packing
- Pengiriman
- Update resi
Penjelasan
A. Picking
Mengambil barang dari gudang.
B. Packing
Membungkus barang.
C. Pengiriman
Mengirim barang ke customer.
D. Update Resi
Memasukkan nomor tracking pengiriman.
Tujuan
Memastikan barang sampai ke customer.
6. Invoice
Fungsi
Membuat tagihan pembayaran.
Aktivitas pada gambar:
- Buat invoice
- Kirim ke customer
- Update status
Penjelasan
Invoice berisi:
- Nomor invoice
- Detail produk
- Total pembayaran
- Pajak
- Jatuh tempo
Tujuan
Dokumen resmi transaksi penjualan.
7. Pembayaran
Fungsi
Menerima pembayaran dari customer.
Aktivitas pada gambar:
- Terima pembayaran
- Rekonsiliasi
- Update status lunas
Penjelasan
A. Terima Pembayaran
Transfer/bank/payment gateway.
B. Rekonsiliasi
Mencocokkan pembayaran dengan invoice.
C. Update Status
Mengubah status menjadi:
- Lunas
- Sebagian bayar
- Belum bayar
Tujuan
Kontrol arus kas perusahaan.
8. Laporan Keuangan
Fungsi
Membuat laporan untuk manajemen.
Aktivitas pada gambar:
- Penjualan
- Piutang
- Pembayaran
- Laba rugi
Penjelasan
Data transaksi akan masuk ke sistem akuntansi.
Jenis Laporan:
- Laporan penjualan
- Laporan piutang
- Cashflow
- Profit
- Dashboard manajemen
Tujuan
Membantu pengambilan keputusan bisnis.