Makna Slogan “BUMI MINA TANI” POTENSI PERTANIAN DAN PERIKANAN DI KABUPATEN PATI

Makna Slogan "BUMI MINA TANI" POTENSI PERTANIAN DAN PERIKANAN DI KABUPATEN PATI

Makna Slogan “BUMI MINA TANI” POTENSI PERTANIAN DAN PERIKANAN DI KABUPATEN PATI

Slogan BUMI MINA TANI merupakan akronim dari:

Berdaya Upaya Menuju Identitas Pati Makmur Ideal Normatif Adil Tertib Aman Nyaman Indah

(Slogan ini mempertegas tekad mencapai identitas Pati yang sejahtera, ideal, beradab, adil, tertib, aman, nyaman, dan indah)


Latar Belakang dan Relevansi

Slogan ini menggambarkan aspirasi Kabupaten Pati sebagai daerah yang tumbuh dari kekayaan dua sektor utama:

  • Mina (laut): mencerminkan potensi kelautan seperti perikanan dan garam.
  • Tani (pertanian): menandakan pentingnya sektor pertanian dalam kehidupan dan ekonomi lokal. Maka, Pati dikenal sebagai wilayah yang bergantung dan berkembang dari hasil laut dan pertanian tradisional.

Signifikansi Sosial dan Budaya

Slogan ini bukan hanya label, tetapi juga mencerminkan identitas sosial-kultural masyarakat Pati yang:

  • Menjunjung tinggi nilai gotong-royong dan ketangguhan dalam bertani.
  • Menghargai sumber daya alam (laut & darat) sebagai tumpuan keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan.
  • Menumbuhkan citra Kabupaten Pati sebagai daerah yang aman, nyaman, tertib, dan ideal sebagai tempat tinggal.

Potensi Pertanian

  • Kabupaten Pati memiliki lahan pertanian luas dan subur yang dominan digunakan untuk padi, jagung, dan sayuran, serta buah-buahan lokal seperti jeruk, durian, mangga, rambutan, dan pisang
  • Salah satu produk unggulan adalah kopyor, dengan produksi mencapai 1.030.757 ton pada tahun 2020, menegaskan kemampuan daerah untuk mendukung kebutuhan pangan hingga tahun 2030
  • Di sektor peternakan, sapi potong menyumbang sekitar 6 % industri sapi potong di Jateng (2019), dengan berbagai program dukungan seperti inseminasi buatan dan vaksinasi
  • Selain itu, Pati dikenal dengan produk olahan lokal seperti tahu, tempe, keripik singkong, dan beberapa tanaman perkebunan seperti kopi (~1.652 ha lahan rakyat) serta tebu yang ditanam hampir di seluruh kecamatan—menjadikannya basis industri gula di wilayah ini

Potensi Perikanan

  • Kabupaten Pati memiliki sektor perikanan yang tangguh, baik penangkapan laut maupun budidaya tambak dan kolam. Budidaya tambak—seperti bandeng, udang windu, rebon—berada di beberapa kecamatan seperti Juwana, Tayu, Kayen, dan Wedarijaksa. Sementara itu, budidaya kolam lele, mas, tawes, dan mujair tersebar luas di 20 kecamatan
  • Hasil riset menunjukkan tren positif baik pada perikanan tangkap maupun budidaya tambak (2008–2012), dengan tambak menyumbang 23–28 %, dan penangkapan laut 15–18 % dari total produksi perikanan regional. Pati bahkan pernah menduduki posisi peringkat kedua di Jateng
  • Sub-sektor perikanan tangkap secara signifikan mendongkrak ekonomi lokal, dengan kontribusi sekitar 1,57 % terhadap PDRB dan efek penggandaan (multiplier effect) mencapai 57 % pada 2009. Komoditas unggulannya mencakup ikan manyung, cucut, bambangan, ekor kuning, layang, dan lemuru
  • Infrastruktur juga berkembang pesat. Pembangunan sentra perikanan terpadu di Juwana termasuk pelabuhan dengan kapasitas menampung sekitar 800 kapal, serta akses jalan yang sudah mulai dibangun menuju lokasi tersebut
  • Pemerintah juga mengungkapkan potensi 1.600 kapal penangkapan (purse seine & cantrang) yang aktif beroperasi—membuka peluang investasi pabrik pengolahan ikan
  • Budidaya ikan nila salin menjadi sorotan khusus: cocok tumbuh di air payau, cepat panen, dan memiliki potensi ekspor besar (estimasi nilai Rp 800 miliar, produksi 7.000 ton), dengan luas lahan budidaya sekitar 800–1.200 ha di beberapa kecamatan seperti Tayu, Margoyoso, Ragil, dan Juwana
  • Tak kalah penting, industri pengolahan pindang di Pati memiliki daya saing: didukung oleh banyak unit pengolah (UPI), cold storage, pabrik es, dan distribusi luas—dengan volume pindang meningkat hingga +51 % antara 2009–2011

Kesimpulan

Kabupaten Pati benar-benar mewujudkan filosofi Bumi Mina Tani, dengan potensi agrikultur dan perikanan yang komplementer. Pertanian modern dan subsektor peternakan memberikan kekuatan pangan dan pendapatan, sementara perikanan — baik tangkap maupun budidaya — mendukung ekonomi pesisir dengan kontribusi PDRB yang nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *